Review Film God's Not Dead


Hi sobat blogger ( :
Hari ini saya akan me-review sebuah film yang berjudul “God’s not dead”. Sebuah film yang saya nonton bersama teman kelas saya pada saat mata pelajaran TIK berlangsung.

Nahh...
“God’s not dead” ini adalah sebuah film yang bertema Rohani Kristen. Pemeran film tersebut yaitu Josh Weaton, Professor Radisson, Mina, Mark, Amy, Kara, Aisyah, Martin, dan beberapa orang lainnya.
Josh Weaton merupakan seorang mahasiswa dari sebuah kampus di luar sana. Ia mengikuti mata kuliah filsafat yang diajar oleh seorang Proffesor yang bernama Radisson, yang merupakan seorang Atheis ( tidak mengenal Tuhan ). Profesor Radisson mempunyai kekasih bernama Mina. Mina adalah gadis Kristiani, ia selalu mendengar teman-teman Radisson mengatakan bahwa Tuhan sudah mati tetapi ia berusaha mempertahankan imannya lalu pada akhirnya ia pun berpisah dengan Radisson.
Di kelas Filsafat, Professor Radisson mengatakan  bahwa sesungguhnya Tuhan itu tidak ada dan Dia sudah mati. Dia juga menjelaskan bahwa sebenarnya kita bisa hidup tanpa adanya Tuhan dalam hidup kita. Kemudian setelah mengatakan semua hal itu, Profesor Radisson pun menyuruh setiap mahasiswa(i) untuk menuliskan sebuah kalimat yang berbunyi “God is dead” pada selembar kertas dan kertas itu harus ditandatangani. Apabila mereka tidak menulis kalimat tersebut dan tidak menandatanganinya maka mereka terancam tidak bisa lulus di mata kuliah tersebut.
Tetapi seorang mahasiswa bernama Josh Weaton yang merupakan seorang Kristen, menolak untuk melakukan perintah dari Profesor Radisson. Profesor Radisson merasa tertantang dengan sikap yang diambil oleh Josh, lalu ia pun menantang Josh untuk melakukan presentasi yang memberikan bukti tentang keyakinannya bahwa “Tuhan itu tidak mati” dan jika Profesor Radisson menyetujuinya maka Josh bisa lulus tetapi jika argumen Josh tidak disetujui oleh Profesor Radisson maka Josh dinyatakan gagal dan akan kehilangan 30% nilai di mata kuliah tersebut. Namun Josh kurang setuju dengan Profesor Radisson karena ia menganggap bahwa Profesor Radisson bisa saja berbuat curang jadi ia meminta teman-temannya di kelas tersebut untuk menjadi juri. Josh memiliki tiga kali kesempatan untuk bisa meyakinkan semua orang di kelas tersebut bahwa Tuhan itu ada. Profesor Radisson pun menyetujuinya.

Nah..di debatnya yang pertama dan kedua Josh mulai memaparkan argumen-argumennya namun itu bisa ditentang oleh Profesor Radisson. Dilain sisi, Josh ini memiliki seorang kekasih yang bernama Kara. Kara tidak suka melihat Josh melawan Profesor Radisson karena ia takut hal itu akan berdampak sangat fatal buat kelulusan Josh dan akan mempengaruhi masa depan mereka berdua. Beberapa kali sudah Kara menyuruh Josh untuk menghentikan itu semua dan menulis serta menandatangani syarat kelulusan dari Profesor Radisson namun Josh tetap bersikukuh untuk mempertahankan keyakinannya. Lalu pada akhirnya Kara pun memutuskan hubungannya dengan Josh. Pada saat mereka bentur konflik di kantin, mereka didengar oleh seorang gadis bernama Aisyah. Aisyah ini merupakan gadis yang memiliki ayah yang non-kristen, tetapi ia percaya bahwa Yesus itu adalah Juruselamatnya. Ia berkeyakinan tentang hal tersebut selama kurang lebih satu tahun dan ia menyembunyikan semua itu dari ayahnya. Suatu waktu ayahnya mengetahui semua itu, ayahnya sangat marah dan kecewa, iapun menampar Aisyah dan mengusir Aisyah dari rumah.
Di sisi lain terdapat seorang wanita super duper sibuk yang bernama Amy, ia divonis kanker dan hidupnya tak akan lama lagi. Ia memberitahukan hal itu kepada kekasihnya yang bernama Mark yang merupakan kakak dari Mina. Setelah Mark tahu tentang penyakit Ami, ia memilih mengakhiri hubungannya dengan Amy karena ia tidak bisa menerima kekurangan Amy.
.
.
Lalu, di kesempatan terakhirnya Josh memaparkan semua argumen-argumennya dan mulai meyakinkan teman-temannya tentang keberadaan Tuhan. Tak lama setelah hal itu, Profesor Radisson pun mulai emosi. Josh heran dan mulai bertanya-tanya kenapa Profesor Radisson begitu membenci  Tuhan, tetapi  Profesor Radisson hanya diam. Josh pun bertanya dua kali lagi, lalu pada pertanyaan ketiga Profesor Radisson sudah tidak bisa membendung emosinya. Profesor Radisson pun mengatakan kepada Josh bahwa benar ia membenci Tuhan, semua itu berawal dari ketika umurnya masih kecil ibu Profesor Radisson sakit keras lalu ia meminta kepada Tuhan untuk menyembuhkan ibunya namun ternyata Tuhan lebih memilih ‘mengambil’ ibu Radisson. Dan satu hal yang paling membuat saya mengatakan kalimat ‘wow,dahsyattt sekaliii’ dengan mata berkaca-kaca adalah pada saat Josh mengatakan kepada Professor Radisson bahwa ‘bagaimana bisa ia membenci orang kalau orang itu tidak ada’.
Setelah mengatakan itu kepada Professor Radisson, seorang mahasiswa bernama Martin yang merupakan keturunan Cina dengan berani berdiri mengatakan bahwa ‘God is not dead’ lalu diikuti oleh satu persatu mahasiswa(i) di kelas tersebut. Kemudian, Professor Radisson merasa kalah, dia pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.
 Setelah selesai kuliah, Josh mengajak Martin untuk menonton konser, itu semacam kkr. Amy juga hadir di konser tersebut, namun sebelumnya ia masuk ke ruangan boyband tersebut lalu ia pun di doakan. Mereka meyakini bahwa Tuhan bekerja dalam diri Amy dan Amy sudah bisa mulai membuka hatinya untuk menerima Tuhan. Di waktu yang sama dan tempat yang berbeda Radisson membaca sebuah surat yang merupakan surat dari mendiang ibunya, setelah itu Radisson pun tersadar dan dia memutuskan untuk kembali membangun hubungannya dengan Mina. Di tengah perjalanan mencari Mina, Radisson mengalami kecelakaan. Ia dilihat oleh seorang pendeta dan rekannya yang juga sedang melakukan perjalanan, pendeta itupun segera menghampiri Radisson. Pendeta itu membantu Radisson, ia meyakinkan Radisson untuk menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Kemudian di sisa hidupnya Radisson pun berserah kepada Tuhan.
Di tempat konser berlangsung, ada sebuah video yang mengucapkan selamat kepada pemuda yang telah berani mempertahankan keyakinannya. Kemudian di akhir, seluruh para penonton konnser diminta untuk mengirimkan sebuah pesan yang bertuliskan  “ God’s not dead “ kepada semua orang.
.
.
.
.
Film ini mengajarkan saya banyak hal. Tentang bagaimana kita harus mempertahakan dan memperjuangkan dari apa yang sudah kita yakini. Juga mengajari saya bahwa, ketika kita yakin bahwa Tuhan itu ada, Tuhan itu hidup,pasti Tuhan akan selalu bersama-sama dengan kita melewati semuanya. Dia tidak akan pernah meninggalkan kita pada saat kita mengakuinya dan Dia tidak akan membiarkan kita kalah pada saat kita berani mengungkapkan kebenaran.
Ayat yang paling membekas di ingatan dan hati saya yaitu “barangsiapa mengakui Aku di hadapan manusia, Aku juga akan mengakuinya di hadapan BapaKu yang di Sorga, tetapi siapa yang menyangkal Aku , Aku juga akan menyangkalnya di hadapan BapaKu”. Sebuah ayat sedehana yang mampu membuat saya berfikir bahwa apakah selama ini iman yang saya yakini adalah memang betul-betul dari hati saya, membuat saya berfikir bahwa apakah mungkin suatu saat saya bisa mempertanggung jawabkan iman saya dan mampu mempertahankan iman saya.
Saya sangat suka film ini, film begitu menginspirasi saya untuk tidak perlu takut mempertahankan apa yang sudah menjadi keyakinan saya karena Tuhan pasti selalu bersama-sama dengan saya.

Thank you  buat yang udah baca ( : semoga bermanfaat yahhh. God bless !

Komentar